Peran Perempuan Dan Laki-laki Sama Pentingnya Dalam Pembangunan

peringatan hari ibu

Demak – Di era globalisasi ini, pemikiran masyarakat tentang kesetaraan perempuan dan laki-lakia semakin meluas. Masyarakat mulai menyadari bahwa kesetaraan gender itu sangatlah penting. Peran dan posisi antara perempuan dan laki-laki mulai disetarakan dalam bidang apapun. Kesetaraan perempuan dan laki-laki merupakan bagian dari hak asasi manusia. Dalam hidup, manusia berhak untuk terbebaskan dari rasa takut dan bebas dalam menentukan pilihan hidup yang mana tidak hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki saja. Perempuan pun memiliki hak yang sama.
Sebelumnya, sosok perempuan hanya dikaitkan dengan pekerjaan yang sebatas bekerja di dapur, mengurus anak dan keluarga sehingga geraknya sangat terbatas. Selain itu, perempuan juga dianggap sebagai sosok yang lemah. Perempuan dianggap tidak mampu menyeimbangkan antara keluarga dan karir.
Di media cetak maupun elektronik juga banyak diberitakan tentang kasus perdagangan orang, yang mana kebanyakan korbannya adalah perempuan dan anak-anak yang merupakan kelompok rentan yang sering kali dijadikan sasaran empuk oleh para traffickers. Menjadikan manusia sebagai objek transaksi sama saja membuat suatu kesalahan dan kerusakan dalam aturan yang telah ditetapkan.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto pada acara Resepsi dan Seminar dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 di Pendopo, Kamis (8/12). Acara resepsi dan seminar yang bertajuk ”Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Indonesia Bebas Dari Kesenjangan Ekonomi, Kekerasan, dan Perdagangan Orang” tersebut menghadirkan narasumber Ibu Hj. Atikoh Ganjar Pranowo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Demak, Hj. Suntari Natsir, Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Demak, Ketua TPP PKK Kecamatan se-Kabupaten Demak, dan sesepuh Dharma Wanita Kabupaten Demak.
”Sudah saatnya kita merubah pola pikir yang salah dari masyarakat bahwa perempuan adalah sosok lemah. Ini memang bukan suatu tugas yang ringan. Dibutuhkan sinergitas, koordinasi, dan kerjasama antar lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Mengingat dengan adanya dukungan dari lembaga-lembaga tersebut akan menjadikan upaya pemberdayaan kaum perempuan terlaksana,” tegas Wabup.
Kesetaraan perempuan dan laki-laki bukan berarti kesetaraan hak dan kewajiban yang sama persis tanpa pertimbangan selanjutnya. Kesetaraan perempuan dan laki-laki tidak dapat diartikan sebagai penuntutan segala sesuatu yang mutlak sama. Namun kesetaraan yang dimaksud adalah kesetaraan dalam hak untuk mendapatkan kesempatan yang sama. Kesetaraan dalam mendapatkan akses yang diterima, mendapatkan kesetaraan dalam melakukan kontrol dan keputusan, kedudukan dan kesempatan dalam pembangunan di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Wabup mengatakan, agar tercipta kesetaraan perempuan dan laki-laki di Kabupaten Demak perlu didukung dengan perilaku saling menghargai, saling menghormati, saling membantu, saling pengertian dan saling peduli. Yang terpenting adalah menyadari bahwa dalam mencapai pembangunan, peran perempuan dan laki-laki sama pentingnya dan saling membutuhkan satu sama lain. (Media Center)