Menu Close

Bimbingan Teknis Single Data System (SDS)

SALATIGA – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah pada tanggal November Tahun 2018, bertempat di Hotel Grand Wahid Salatiga mengadakan bimbingan teknis terhadap pengelola SDS se-Kab/Kota provinsi Jawa Tengah tentang aplikasi Single Data Sistem (SDS) Versi -2. Single Data System merupakan penyedia data/ informasi yang seragam, lengkap, aktual, valid, akuntabel dan sistematis yang dibangun berdasarkan kaidah atau prinsip statistik, sehingga perencanaan pembangunan daerah dapat lebih tepat dan efektif.

Dalam peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 52 Tahun 2016 menyatakan “bahwa dalam rangka mendukung perencanaan pembangunan yang berkualitas dan pengendalian pembangunan yang efektif, diperlukan adanya pengelolaan data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, lengkap, akuntabel, dinamis, handal, mudah diakses dan berkelanjutan, serta ditunjang dengan analisis yang mendalam, tajam dan komprehensif”.

Disampaikan oleh Kabid Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Ir. Arief Boedianto, Msi., Kedudukan Single Data System (SDS) di Jawa Tengah adalah sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa dan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan penyusunan dokumen perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan pembangunan berbasis data yang akurat dan koordinasi untuk perencanaan pembangunan multipihak. Single Data Sistem (SDS)  membutuhkan interaksi antar Instansi terkait, baik internal maupun eksternal, data lebih terpusat, lengkap, akuntable, dan uptodate.

Tubayanu yang juga sebagai nara sumber mengatakan bahwa Single Data Sistem (SDS) ke depan merupakan Rancang Bangun “BIG DATA di tingkat Jawa Tengah. Lebih lanjut beliau mengatakan Big Data adalah data berskala, beragam, dan komplek sehingga memerlukan pembaharuan struktur, tehnik, perhitungan dan analitis untuk mengelola dan mengekstrak nilai dan pengetahuan tersembunyi darinya. Intinya setiap data yang melebihi kemampuan pemrosesan saat ini dapat dianggap sebagai “big” tandasnya.

Aplikasi Single Data Sistem (SDS) Versi-2 merupakan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya, dimana dalam aplikasi SDS Versi-2 ini lebih detail, kamar-kamarnya lebih lengkap sehingga rincian kegiatan atau laporan keuangan dapat dilakukan per-item kegiatan. Dalam pembahasan bersama yang masih menjadi kendala adalah keberadaan wali data di masing-masing OPD yang tidak semua OPD memilikinya, sehingga kontribusi data sektoral masih sulit didapatkan. (AGP-DINKOMINFO)