Menu Close

Dongkrak Penjualan dan Pemasaran Melalui Penempatan Barang (Display)

Demak – Penempatan barang (Display) dagangan di rak toko atau minimarket sangat mempengaruhi minat konsumen dalam berbelanja.  Tata letak barang adalah kunci penting pembelanjaan tak terencana yang dilakukan oleh konsumen.

“Konsep tersebut kami aplikasikan di Rumah (Badan Usaha Milik Negara) BUMN Demak dengan memajang beberapa produk asli buatan Demak di dalamnya. Hal ini merupakan salah satu cara untuk membantu para pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Demak untuk mendongkrak penjualan dan pemasaran mereka”, ucap Koordinator Rumah BUMN Demak Aristia Rizqi Nadzir.

Beberapa produk yang berada di Rumah BUMN Demak diantaranya makanan kering, pakaian, batik, lukisan, kerajinan tangan dan lain sebagainya. “Untuk makanan kami  hanya menyediakan makanan kering. Untuk makanan basah belum bisa ditampilkan di Rumah BUMN karena resikonya  besar. Makanan cepat basi selain itu kami juga belum memiliki fasilitas yang lengkap”, kata Aristia, Senin (15/3/21) saat ditemui di Rumah BUMN Demak.

Dijelaskan, adapun kriteria agar produk bisa dipajang di Rumah BUMN yaitu  barang harus merupakan buatan asli Demak, kemasan menarik, barang bukan dari reseller. Untuk kerajinan tangan jika produknya unik dan buatan asli Demak sangat diperbolehkan untuk memanfaatkan peluang ini. Untuk sektor jasa juga diperbolehkan untuk promosi di Rumah BUMN.

Selain beberapa hal di atas, bagi pemilik UMKM diharapkan bisa ikut menjadi anggota di Rumah BUMN. Sehingga, tidak hanya berhenti di lingkup Demak namun juga bisa berkembang melalui pelatihan-pelatihan bahkan mampu sampai ekspor.

“Pemilik UMKM harus lebih memperhatikan legalitas dan juga tampilan kemasan produk miliknya. Kan sering ada tawaran-tawaran juga untuk produk yang layak ekspor, tapi terhalangnya kemudian di hal tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan pemilik UMKM juga harus mengikuti perkembangan zaman.“ Sekarang berada di era 4.0 semuanya serba digital, go online, kemudian go global. Kalau untuk satu UMKM, satu marketplace saja sudah cukup kalau itu berjalan dan dimanfaatkan dengan baik”, pungkasnya.(kominfo/ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *